SELAMAT DATANG

Disini kami membeberkan semua kelakuan yesus kristus sesuai dengan dalil di Alkitab tetapi selalu disembunyikan oleh para pendeta/pastor sehingga saya sebagai mantan kristen yang dahulu sangat rajin sekali beribadah di gereja dan sering membaca Alkitab tergerak untuk membeberkan Penyimpangan kelakuan Kristus dan membongkar ajaran kristen secara total


Official Fans Page http://www.facebook.com/Muallafbongkarkesesatankristen

Official twitter http://twitter.com/bongkarkristen

Minggu, 02 Oktober 2011

Mengapa Kristen Sering Memulai Menghina Islam???

Mengapa Mereka Berani Menghina Islam?

Anggota PSPI –Pusat Studi Peradaban Islam- Solo

Kasus Temanggung masih hangat bagi kita, penghinaan terhadap Islam yang berbuntut kerusuhan. Penghinaan tersebut bersumber dari dua buah buku yang disebarkan oleh Antonius Richmond ke rumah-rumah warga. Dua buah buku tersebut berjudul 'Saudara Perlukah Sponsor!!' (35 hal.n)dan 'Ya Tuhanku Tertipu Aku' (60 hal.).

Dalam buku, 'Saudara Perlukan Sponsor', menghujat Allah SWT dan Rasulullah Muhammad. Dalam hal. 22 misalnya, Allah dianggap sebagai pakar penipu, "Allah adalah pakar tipu". Masih di halaman yang sama juga disebutkan Allah termasuk kelompok setan. "jadi Allah serombongan dengan setan yang suka menipu". Lebih lanjut menyebutkan, "sewatak dengan orang kafir yang suka menipu".

Selain menghujat Allah, dalam buku tersebut juga menghujat Rasulullah. Rasulullah dianggap sebagai orang yang diktator, memaksa masuk Islam dengan pedang. "Muhammad memproklamirkan bahwa Allah adalah Yang Maha Kuasa dan Muhammad adalah Rasul Allah (Dua Kalimat Syahadat). Tanpa upaya pembuktian, melainkan dengan pendekatan kediktator-an. Yang menolak dalil Muhammad akan berhadapan dengan pedang. Sedang dalam halaman 23 disebutkan Rasulullah sebagai pembual. "Di pihak lain, Muhammad membual bahwa Allah adalah pengasih dan penyayang dan tidak ada paksaan untuk memeluk agama Islam."

Sementara dalam buku 'Ya Tuhanku, Tertipu Aku!' Disebutkan bahwa Hajar Aswad sebagai simbol kelamin wanita. Dalam ibadah haji, melempar jumrah dianggap sedang melempari menara yang menjadi simbol kelamin laki-laki. Sementara Surga dan Neraka dalam Islam dianggap sebagai tipuan, karena menurut buku tersebut surga hanyalah tempat untuk memuaskan nafsu, bahkan menghalalkan yang diharamkan Allah. "Batu Hitam (Hajar Aswad). Betapa serius para Calon Haji mencium Batu Hitam yang dahulu kala jatuh dari langit (meteorit), demi sahnya Titel Haji yang mereka dambakan. Tidak mereka sadari bahwa cungkup Batu Hitam (berhwarna putih perak), sesungguhnya symbol kelamin wanita", halaman 60. Dalam masalah melempar jumrah di halaman yang sama di tulis, "Di 'sebelah sana' mereka melempari 'jumrah', kea rah menara (yang mereka percaya sedang melempari jin). Padahal bagi para Antrhropoloq, menara itu adalah symbol kemaluan lelaki".

Berbagai penghinaan terhadap Allah dan Rasul-Nya tersebut akhirnya memicu kemarahan kaum muslimin. Puncaknya, terjadinya kerusuhan Temanggung, 8 Pebruari 2011. Lagi-lagi umat Islam menjadi korban. Sementara persoalan pokoknya tidak didudukkan dengan baik. Hal ini sebagaimana diungkapkan FUIB (Forum Umat Islam Bersatu) dalam 'Buku Putih' menyikapi kerusuhan Temanggung. "Umat Islam Temanggung yang faktanya adalah sebagai KORBAN penistaan agama, justru menjadi pihak yang TERTUDUH", demikian isi buku putih tersebut.

Lebih jauh disebutkan, Perbuatan Antonius Richmon Bawengan sangat berbahaya dan mampu memecah belah sendi-sendi kehidupan bermasyarakat. "Apa yang telah dilakukan oleh Antonius Richmon Bawengan adalah perbuatan yang sangat berbahaya, sangat potensial untuk memecah belah sendi-sendi kehidupan bermasyarakat bahkan bisa menyebabkan disintegrasi Negara Kesatuan republik Indonesia".

Karena itu FUB Temanggung menuntut agar aktor intelektual di Balik perbuatan Antonius Richmon Bawengan di ungkap karena dikhawatirkan akan melakukan perbuatan serupa di daerah lain. "Forum Umat Islam Bersatu menuntut aparat keamanan untuk mengusut tuntas kelompok dan aktor intelektual di belakang Antonius Richmon Bawengan sebab keresahan massa dan provokasi yang memantik kerusuhan di Temanggung 8 February 2011 semuanya bermula dari kasus Antonius Richmon Bawengan. Bila kelompok dan aktor intelektual ini tidak disentuh, sangat patut kuat diduga akan melanjutkan aksi ke daerah-daerah lain".

Kasus Penghinaan terhadap Islam di Temanggung bukan kasus pertama dan terakhir. Penghinaan dan pelecehan yang dilakukan orang kafir terhadap Islam terus terjadi. Selain sebagai tabi'at permusuhan, penghinaan yang semakin berani dan terang-terangan menunjukkan lemahnya kaum muslimin.

Dalam tahun 2010 lalu penghinaan terhadap Islam di Indonesia juga sering terjadi. Kasus yang cukup mencolok adalah kasus Bekasi. Seorang Kristen Radikal alumnus SMP Bellarminus di SMAN 5 Bekasi melakukan pelecehan terhadap Al-Qur'an dengan foto menginjak Al-Qur'an dan pose “Al-Qur'an Fuck You.” Belum usai kasus pelecehan Al-Qur'an di SMAN 5 Bekasi, muncul penodaan yang lebih dahsyat dalam ‘Blog Santo Bellarminus’ pada tanggal 21 April 2010 yang menamakan diri Gerakan Membasmi Islam (GMI). Dalam postingan berjudul “Habisi Islam di Indonesia,” ditulis berbagai hujatan terhadap Islam dengan mengejek Allah dan Rasulullah sebagai Homoseks (gay). Penodaan lainnya, Al-Qur'an dihujat sebagai kitab sesat dan kitab seksual, Islam dilecehkan sebagai agama setan dan lainnya.

Belum usai kasus penodaan SMAN 5 dan Blog Santo Bellarminus, muncul penodaan lain. Dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), umat Kristen melakukan pawai atas nama Badan Narkotika Kota (BNK) Bekasi. Dengan klaim telah mendapat izin dari Walikota Mochtar Mohammad, peserta pawai berkostum Kristiani memasuki pelataran Masjid Agung Bekasi. Mereka menari-nari dan membuat formasi Pedang Salib.

Di luar negeri, penghinaan terhadap Islam juga marak. Kasus yang cukup terkenal adalah penerbitan 12 karikatur Rasulullah oleh surat kabar Jyllands-Posten; 30 September 2005. Di Indonesia, ada dua media massa menerbitkan karikatur-karikatur tersebut yaitu Tabloid Gloria (5 karikatur) dan Tabloid PETA. Selain penerbitan 12 karikatur tersebut, kasus penghinaan terhadap Islam yang mendapat reaksi keras adalah penyebaran film Fitna oleh Geert Wilders pada tanggal 27 Maret 2008 di Belanda. Keduanya sama-sama menggambarkan kekejaman Islam dan ketakutan barat akan kehadiran Islam.

Pertanyaannya, mengapa mereka semakin berani menghina Islam, apalagi di negara yang mayoritas umat Islam?. Jawabnya; karena umat Islam lemah. Tidak bangga dengan Islam dan hilangnya harga diri. Yang terjadi musuh semakin leluasa untuk menghinakannya.

Maka, kaum muslimin layak memperhatikan ungkapan Rasulullah, 'Rasulullah bersabda, “Nyaris orang-orang kafir menyerbu dan membinasakan kalian, seperti halnya orang-orang yang menyerbu makanan di atas piring.” Seseorang berkata, “Apakah karena sedikitnya kami waktu itu?” Beliau bersabda, “Bahkan kalian waktu itu banyak sekali, tetapi kamu seperti buih di atas air. Dan Allah mencabut rasa takut musuh-musuhmu terhadap kalian serta menjangkitkan di dalam hatimu penyakit wahn.” Seseorang bertanya, “Apakah wahn itu?” Beliau menjawab, “Cinta dunia dan takut mati.” (HR. Ahmad, Al-Baihaqi dan Abu Dawud).

Manusia yang berbuat dosa, Tuhan pula yang menanggung,. (teori aneh ala paulus)

Para Pendeta dan penginjil menghujat Islam dalam rangka untuk memaksakan doktrin kristiani tentang ketuhanan Yesus kepada umat Islam. Menurut para penginjil dan pendeta itu, sangat logis jika Tuhan menjelma menjadi Yesus untuk mati menebus dosa manusia, karena tidak ada yang mustahil bagi Tuhan.

“Manusia menjadi Tuhan itu mustahil, tetapi Tuhan menjadi manusia itu dapat terjadi. Tuhan Maha segalanya, dan oleh karena kasih-Nya yang besar Ia rela turun menjadi manusia, bahkan mati untuk menggantikan hukuman dosa. Tuhan tahu bahwa manusia tidak mungkin mampu sampai ke surga dengan berbuat baik, karena semua itu tidak ada yang sempurna, sedangkan Tuhan adalah sempurna, sehingga Tuhan menunjukkan kasih-Nya dengan menyelamatkan kita melalui diri-Nya sendiri. Betapapun besarnya dosa saudara, Tuhan Yesus akan mengampuni jika saudara datang dan memohon ampunan-Nya. Tuhan mengasihimu”.

Seringkali, para penginjil dan pendeta ini mendoktrin umat Islam agar mau mengimani Yesus sebagai penjelmaan Tuhan yang mati untuk menebus dosa, antara lain ditekankan pada berikut ini:

“Tuhan telah memberikan jalan keluarnya bagi kita, yang perlu kita lakukan adalah mengakui bahwa kita berdosa, dan percaya pada pengurbanan Yesus. Bicaralah kepada-Nya dalam doa, dan terimalah Yesus sebagai Tuhan.” 
Untuk memisahkan umat Islam dari ajaran tauhid, sang penginjil dan Pendeta menuding Nabi Muhammad sebagai orang yang tidak berilmu sebagai biang penolakan doktrin Kristen.

“Kurangnya pengetahuan yang benar tentang Yesus dalam diri Muhammad membuat pengertian akan Yesus menjadi berubah, dan kurangnya pengetahuan tentang Yesus dalam Al-Qur'an membuat mereka mengenal Yesus yang lain, yang pribadinya berbeda dengan yang kita kenal.”

Menurut mereka, dalam teologi Kristen, sangat mungkin bila Tuhan menjelma menjadi manusia lalu mati untuk menebus dosa, karena Tuhan itu Maha Segala-galanya. Inilah rumusan teologi ‘otak-atik.’ Akal sehat dijungkirbalikkan untuk meyakini doktrin bahwa Yesus adalah manusia penjelmaan Tuhan yang mati tragis di tiang salib untuk menebus dosa manusia.

Teologi otak-atik para penginjil dan pendeta ini sangat batil dan bertolak belakang 180 derajat dengan akidah Islam. Menurut akidah Islam, memang Allah memiliki sifat Maha Kuasa atas segala sesuatu:

“Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di dalamnya; dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu” (Qs Al-Ma'idah 120).

“Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu” (Al-Mulk 1).

Tapi jangan lupa, Allah juga memiliki sifat Maha Suci (Al-Quddus) dari sifat-sifat tercela.

“Senantiasa bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (Qs Al-Jumu'ah 1, lihat juga: Al-Hasyr 23).

Al-Qur’an menegaskan bahwa Allah SWT itu “laysa kamitslihi syay-un” (tidak ada sesuatu apapun yang menyerupai atau serupa dengan Allah).

“Tidak ada sesuatu apapun yang serupa dengan Dia (Allah). Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat” (Qs. Asy-Syura 11).

“Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia (Allah)” (Qs. al-Ikhlash 4).
Bila teologi otak-atik para penginjil dan pendeta itu diterapkan, alangkah rusaknya keimanan dan logika manusia? Dengan kaidah bahwa Tuhan Maha Segala-galanya, maka dipahami bahwa tak mustahil Tuhan menjelma menjadi apa saja, termasuk menjadi manusia lalu mati menebus dosa.
Dengan logika yang sama-sama nakal, harus dipahami bahwa tidak mustahil dan bisa saja Tuhan menjelma menjadi kucing, anjing, babi, tokek, jangkrik, tikus, cicak, ular dan binatang menjijikkan lainnya. Bukankah kata evangelis, Tuhan Maha Segala-galanya? Dan tak ada larangan dalam Bibel bagi Tuhan untuk menjelma menjadi binatang?

Sang penginjil dan pendeta berargumen bahwa “manusia menjadi Tuhan itu mustahil, tetapi Tuhan menjadi manusia itu dapat terjadi karena Tuhan Maha segalanya.” Dengan argumen yang sama dapat kita pinjam logika penginjil dan pendeta: “Tokek menjadi Tuhan itu mustahil, tetapi Tuhan menjadi tokek itu dapat terjadi karena Tuhan Maha segalanya.” Mana yang lebih mungkin, tokek menjadi Tuhan atau Tuhan menjadi tokek? Na’udzubillah min dzalik. Inilah logika rusak buatan penginjil dan pendeta BODOH !!.
Bibel tidak mengajarkan Asmaul-Husna, sehingga meyakini Tuhan Maha Segalanya dan bisa menjelma menjadi apa saja, misalnya: menjadi manusia yang duel dengan Yakub (Kejadian 32:28); menjadi burung merpati (Yohanes 1:32); seperti perempuan hamil yang mau melahirkan (Yesaya 42: 13-14); Tuhan kelihatan kaki-Nya (Keluaran 24:10); Tuhan kelihatan punggung-Nya (Keluaran 33:23); Tuhan lupa ketika marah (Ratapan 2:1); Tuhan mencukur kepala dan bulu paha (Yesaya 7:20); Tuhan mengaum (Yeremia 25:30); Tuhan bersiul (Zakharia 10:8); dll.

Keyakinan Para penginjil dan pendeta bahwa Tuhan menjelma menjadi manusia untuk mati disalib menebus dosa, menurut akidah Islam, lebih batil lagi. Jika manusia berbuat dosa, seharusnya manusia itu sendiri yang harus menyesal, bertobat, tidak mengulangi kesalahan, mohon ampun (istigfar) kepada Tuhan dan memperbaiki kesalahan dengan memperbanyak amal shalih.
Sungguh aneh jika manusia yang berbuat dosa kepada Tuhan, lalu Tuhan yang harus mati untuk menebus dan mengampuni dosa manusia? Aneh bin ajaib teologi otak-atik penginjil dan pendeta.